Lompat ke konten

Cara Mengatasi Windows Boot Manager yang Error Lengkap

Boot Manager merupakan sebuah halaman khusus yang muncul ketika proses booting. Pada halaman Boot Manager ini kamu bisa memilih sistem operasi terinstal yang akan dijalankan, bila kamu menggunakan lebih dari satu sistem operasi di laptop atau PC.

Jadi bisa disimpulkan kalau Boot Manager itu merupakan program yang berfungsi untuk menjalankan proses boot pada sistem operasi terinstal. Cara kerja Boot Manager adalah dengan mengambil volume boot code yang ditentukan, dan menjalankannya.

Ya begitulah gambaran mudah tentang Boot Manager, tapi disamping itu Boot Manager juga sering mengalami masalah seperti munculnya kode error tertentu, seperti 0xc00000f, 0xc00000e, 0xc00000d, dan 0xc00000e9. Nah error tersebut biasanya karena masalah pada sistem, jadi bisa dengan mudah diatasi.

Cara Mengatasi Windows Boot Manager yang Error

Boot Manager yang memunculkan kode error, seperti 0xc00000f, 0xc00000e, 0xc00000d, dan 0xc00000e9 bisa diatasi dengan mudah melalui beberapa langkah perbaikan sistem. Untuk cara-cara melakukannya bisa dengan mengikuti penjelasan di bawah ini.

Ubah Nilai Timeout Bootmgr

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi Windows Boot Manager yang error adalah dengan mengubah timeout bootmgr melalui System Configuration (MSConfig). Nilai timeout tersebut berfungsi sebagai pengaturan penunda, agar user tidak bisa masuk ke dalam Boot Manager saat booting sehingga error-nya pun akan ikut hilang.

Langkah-langkah melakukannya adalah sebagai berikut:

  1. Hidupkan laptop atau PC Windows kamu seperti biasnya.
  2. Setelah itu, silakan buka Run dengan menekan tombol kombinasi Windows + R.
  3. Kemudian ketik MSConfig lalu tekan Enter.
  4. Setelah System Configuration terbuka, silakan kamu masuk ke tab Boot.
  5. Pada bagian tersebut, silakan periksa kolom Timeout.
  6. Selanjutnya ubah value-nya menjadi 3 second, dari yang awalnya 30 second atau lebih.
  7. Klik Apply untuk menerapkan pengaturan, dan klik OK jika sudah selesai.

Nah, dengan begini Windows Boot Manager tidak akan terbuka ketika booting, dan kamu tidak akan mendapati error lagi. Apabila sewaktu-waktu kamu ingin membuka Boot Managernya lagi, maka silakan kembalikan nilai pada timeout ke 30 detik.

Setting Startup and Recovery

Metode mengatur ulang Startup and Recovery ini sebenarnya hampir sama dengan cara sebelumnya. Karena tujuan dari setting ini adalah untuk mengubah konfigurasi booting yang memicu munculnya error pada Windows Boot Manager.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama silakan buka kolom search Windows kemudian ketikkan This PC.
  2. Setelah hasilnya muncul, silakan klik Properties.
  3. Pada halaman baru yang terbuka, silakan klik opsi Advanced System Settings (di bagian kanan) kemudian silakan kamu masuk ke tab Advanced.
  4. Selanjutnya, klik Settings pada kolom Startup And Recovery.
  5. Pada bagian ini, silakan setting Default Operating System menjadi OS yang biasa kamu pakai.
  6. Setelah itu, atur opsi Time to Display List of Operating Systems menjadi 0 Seconds.
  7. Terakhir, klik Apply kemudian klik OK untuk menyelesaikan.

Tambahan:

Pada langkah ke lima kamu diminta untuk mengatur Default Operating System, yang mana pengaturan ini fungsinya untuk memilih OS secara otomatis di Boot Manager sesuai yang sudah kamu tentukan di atas (berlaku untuk pengguna dual OS).

Kemudian untuk opsi Time Display List Operating System, itu fungsinya untuk menampilkan Boot Manager saat booting. Nah, mengaturnya menjadi 0 detik sama dengan melewati Boot Manager.

Repair System Windows

Windows sebenarnya telah menyediakan opsi perbaikan atau repair ketika terjadi masalah atau error pada sistem Windows. Misalnya, seperti masalah Boot Manager muncul error code yang sedang kita bahas, Boot Manager missing, dan masalah error sistem lainnya.

Nah, untuk mengakses fitur repair Windows kamu membutuhkan DVD atau USB Installer Windows. Jadi pastikan kamu memilikinya, dan jika sudah bisa langsung mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Pertama, sambungkan DVD atau USB installer Windows ke PC atau laptop kamu, kemudian silakan hidupkan laptop lalu buka BIOS dengan cara menekan tombol F1/F2/DEL/F12 secara berulang.
  2. Nah, untuk mengetahui lebih spesifik mengenai cara masuk ke BIOS pada perangkat yang kamu gunakan, silakan searching terlebih dahulu. Biasanya BIOS di tiap perangkat itu, berbeda-beda sesuai dengan merk dan tipe laptop dan juga sesuai motherboard yang digunakan PC.
  3. Setelah masuk di BIOS, silakan atur DVD/USB Drive menjadi prioritas boot pertama.
  4. Jika sudah, silakan simpan pengaturan BIOS, kemudian restart.
  5. Setelah proses restart, kamu akan mendapati pesan Press Any Key. Silakan tekan tombol apa saja untuk melanjutkan.
  6. Pada bagian selanjutnya, kamu akan melihat halaman Repair Your Computer di bagian kiri, silakan klik opsi tersebut.
  7. Selanjutnya, silakan masuk ke menu Troubleshoot lalu buka opsi Command Prompt.
  8. Pada halaman CMD, silakan ketikkan E:, lalu tekan Enter (sesuaikan E: dengan partisi DVD/USB Drive).
  9. Selanjutnya, silakan masukkan perintah copy bootmgr c:, lalu tekan Enter.
  10. Tunggu sampai prosesnya selesai, dan jika sudah kamu bisa restart komputer atau laptop.

Perintah tersebut bertujuan untuk mengganti file Boot Manager yang sebelumnya bermasalah atau rusak dengan file Windows Boot Manager yang terdapat pada USB/DVD installer Windows. Diharapkan dengan begini error Boot Manager akan teratasi.

Apabila dengan perintah tersebut belum bisa mengatasi error Boot manager, maka silakan gunakan perintah perbaikan saja pada Command Prompt. Kode perintahnya ada beberapa, yaitu sebagai berikut:

NoKode Perintah CMD
1bootrec /scanos
2bootrec /fixmbr
3bootrec /fixboot
4bootrec /rebuildbcd

Silakan kamu masukkan perintah-perintah tersebut lalu tekan Enter (masukkan satu-satu). Kalau sudah, tutup CMD, kemudian lakukan restart.

Gunakan System Restore

System restore yang terdapat pada Windows bisa kita gunakan untuk mengembalikan sistem Windows ke kondisi sebelumnya yang normal. Jadi metode ini sangat cocok untuk mengatasi Windows Boot Manager yang error, padahal sebelumnya normal-normal saja.

Nah, untuk melakukannya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Pertama, silakan kamu hidupkan laptop atau PC terlebih dahulu.
  2. Setelah masuk ke bootloader, silakan tekan berulang tombol F11 secara berulang untuk masuk ke Advance Start up Options.
  3. Jika tidak bisa menggunakan F11, maka silakan search terlebih dahulu tombol untuk mengakses Advance Start up Options sesuai dengan laptop atau PC yang kamu gunakan.
  4. Jika berhasil, maka nanti pada halaman Advanced Options kamu akan mendapati berbagai menu disana. Pada bagian ini silakan kamu pilih Repair Your Computer.
  5. Selanjutnya, silakan pilih menu System Restore.
  6. Setelah itu, kamu tinggal melanjutkan langkah pemulihan melalui menu tesebut, dengan mengikuti instruksi yang tertera.
  7. Selesai.

Reset Sistem Operasi

Untuk mengatasi Windows Boot Manager yang error bisa dengan me-reset sistem operasi Windows. Cara ini ditujukan sebagai solusi final setelah mencoba semua cara-cara di atas, namun hasilnya masih nihil.

Jadi dengan me-reset sistem operasi Windows, maka sistem akan kembali ke kondisi default (kondisi awal) sehingga bisa dipastikan kalau sistem masih normal, dan semua error juga akan hilang. Cara ini akan menghapus semua pengaturan di PC atau laptop kamu, berserta software terinstal, dan data pada partisi sistem.

Silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukannya:

  1. Pertama, silakan masuk ke Advanced Start up Options sama seperti sebelumnya.
  2. Jika sudah berhasil, pada menu yang muncul, silakan pilih opsi Start up Settings.
  3. Kemudian pilih menu Recovery Mode.
  4. Pada bagian Choose an option, silakan kamu pilih menu Troubleshoot.
  5. Setelah masuk ke troubleshooting, silakan pilih Reset This PC.
  6. Selanjutnya, silakan pilih opsi reset Keep my files agar data di partisi selain partisi sistem tidak hilang.
  7. Setelah itu, silakan ikuti petunjuknya sampai selesai.

Fitur Reset This PC ini hanya terdapat pada Windows 10 & 11 saja, dan untuk Windows versi di bawahnya belum terdapat fitur instal ulang Windows dengan cara reset tersebut.

Nah, metode lain yang bisa kamu gunakan adalah menggunakan Flashdisk / DVD installer. Caranya pun hampir sama dengan metode repair windows yang sudah dibahas sebelumnya, bedanya pada langkah 4 kamu harus memilih opsi Install Now.

Akhir Kata

Memperbaiki error pada Windows Boot Manager ini pada dasarnya cukup mudah, karena memang hal tersebut bukanlah merupakan masalah yang besar. Karena biasnya hanya disebabkan kesalahan konfigurasi atau masalah di sistem operasi.

Dengan pembahasan di atas, kami harap laptop atau komputer kamu bisa normal kembali dan tidak muncul kode error Boot Manager lagi. Mungkin cukup sekian artikel yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan membantu.

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.