Lompat ke konten

Cara Mengatasi Windows Failed to Start di PC / Laptop

  • oleh

Laptop atau PC seharusnya setelah proses booting maka akan langsung bisa masuk ke sistem operasi. Namun pada kasus ini ketika laptop atau PC booting malah muncul pesan error Windows failed to start. A recent hardware or software change might be the cause” dan stuck pada layar hitam saja (gagal booting).

Pesan Windows failed to start tersebut bisa juga disertai dengan kode 0xc00000e, 0xc00000f, atau 0xc00000e9. Error ini efeknya membuat laptop atau PC tidak bisa masuk ke sistem operasi Windows, bahkan setelah kamu mencoba untuk me-restart atau menyalakan ulang perangkat.

Ketika masalah Windows Failed to Start ini terjadi pada laptop atau PC kamu , ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu penyebab dari munculnya error tersebut untuk nantinya bisa dianalisis dan dicari solusinya. Karena biasanya, penyebab suatu masalah bukan hanya satu saja, begitu pun dengan solusinya.

Penyebab Windows Failed To Start

Penyebab Windows failed to start. A recent hardware or software change might be the cause ini ada beberapa. Untuk lebih detailnya bisa kamu baca pada ulasan berikut:

  • File BCD Corrupt

Boot Configuration Data (BCD) merupakan tempat untuk menyimpan data konfigurasi booting. Jadi, apabila terdapat masalah pada file-file yang terdapat pada boot configuration, entah itu karena data hilang atau corrupt, maka akan menyebabkan Windows failed to start.

  • File System Rusak / Bermasalah

Selain Boot Configuration Data, file sistem yang rusak atau bermasalah juga dapat menjadi penyebab timbulnya masalah Windows failed to start.

File system ini biasanya terletak di partisi C:\Windows, yang mungkin saja kamu pernah mengutak-atik file tersebut sehingga membuat salah satu file penting rusak atau hilang sehingga memunculkan masalah Windows failed to start ini.

  • Masalah pada Harddisk

Harddisk memang menjadi komponen yang sangat penting karena di dalamnya tersimpan file sistem beserta konfigurasinya. Nah, jika terdapat masalah pada komponen tersebut maka dampaknya akan berat, karena bisa menimbulkan masalah Windows failed to start atau komputer tiba-tiba mati sendiri.

Salah satu masalah yang kerap terjadi dan berimbas ke sistem adalah harddisk bad sector.

  • Karena Instalasi Aplikasi Tertentu

Ketika kamu menginstal aplikasi yang berhubungan dengan sistem (seperti antivirus Avast atau sejenisnya) biasanya agak riskan terhadap laptop atau PC Windows. Karena bila aplikasi ini bermasalah, maka bisa berakibat ke timbulnya masalah Windows failed to start.

Hal ini terjadi dikarenakan sumber aplikasi yang tidak jelas, seperti kamu mengunduh versi mod atau crack yang mana jelas di dalamnya aplikasi sudah diubah sedemikian rupa oleh cracker atau modder sehingga bisa saja mereka menyematkan virus yang bisa merusak sistem operasi.

  • Gagal Update

Operasi sistem Windows memang sering muncul masalah setelah kamu melakukan update sistem operasi. Padahal Microsoft menyediakan pembaruan ini untuk memaksimalkan kinerja sistem dan mmeberbaiki masalah atau bug pada sistem operasi versi sebelumnya.

Namun ketika kamu melakukan update sistem dan malah terjadi kegagalan ketika update, sehingga membuat file sistem tidak terunduh dan terpasang dengan sempurna maka akibatnya membuat file sistem corrupt. Kesalahan update inilah yang memicu munculnya masalah Windows failed to start.

Salah satu yang menyebabkan file tidak terunduh dengan sempurna adalah Windows update stuck (tidak jalan).

  • Kabel SATA Bermasalah

Konektor dan kabel SATA pada storage (harddisk atau SSD) berfungsi untuk menyambungkan komponen tersebut dengan motherboard. Jadi kalau ada kerusakan pada kabel atau konektor SATA, secara otomatis pembacaan datanya pun akan ikut bermasalah.

Data yang dimaksud disini termasuk data sistem juga ya, karena munculnya masalah Windows failed to start ini karena file booting atau file sistem tidak terbaca sehingga failed to start.

  • Terkena Virus / Malware

Hem, sudah menjadi rahasia umum kalau virus dan malware memang suka bikin masalah dan menimbulkan berbagai error pada laptop atau PC Windows. Termasuk diantaranya Windows failed to load ini, yang mana hal ini dikarenakan file sistem corrupt atau tidak terbaca (unreadable) karena terserang virus atau malware.

Pasalnya, virus atau malware ini bisa masuk atau menyerang ke sistem operasi tanpa kita sadari terlebih dahulu, dan biasanya kita baru sadar setelah muncul error tertentu yang memang disebabkan oleh virus atau malware ini.

Hal ini sebenarnya karena Windows lebih potensial terkena virus dan malware, tidak seperti Linux yang jauh lebih kebal virus dan malware.

Cara Mengatasi Windows Failed To Start

Selanjutnya kita menuju ke pembahasan utama mengenai cara mengatasi Windows failed to start di PC atau laptop. Nah, cara-cara mengatasinya akan kami bahas secara lengkap pada ulasan di bawah ini. Jadi pastikan kamu membacanya sampai selesai, ya.

Gunakan Last Known Good Configuration

Pada halaman boot, terdapat banyak konfigurasi sistem, salah satunya adalah Last Known Good Configuration. Buat yang belum tahu, fitur Last Known Good Configuration ini berfungsi untuk mengembalikan kesalahan pengaturan ke waktu sistem masih normal.

Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, silakan nyalakan laptop atau PC kamu terlebih dahulu.
  2. Setelah itu, silakan kamu masuk ke BIOS dengan cara menekan tombol F1/F2/DEL/F12 secara berulang sebelum muncul pesan Windows failed to load.
  3. Nah, untuk mengetahui lebih spesifik mengenai cara masuk ke BIOS pada perangkat yang kamu gunakan, silakan searching terlebih dahulu. Biasanya BIOS di tiap perangkat itu, berbeda-beda namun untuk masuk ke dalamnya biasanya bisa dilakukan dengan menekan salah satu tombol di atas.
  4. Jika sudah berhasil masuk ke BIOS, silakan kamu cari pengaturan Boot.
  5. Masukkan DVD atau USB installer Windows, kemudian pada BIOS, silakan atur DVD/USB Drive menjadi prioritas boot pertama.
  6. Jika sudah, silakan kamu masuk ke tab Exit kemudian pilih opsi Save Changes.
  7. Setelah itu kamu akan mendapati pesan konfirmasi, silakan klik Yes untuk menyimpan dan exit dari BIOS.
  8. Selanjutnya, silakan mulai ulang laptop atau PC kamu dan ketika proses restart akan muncul pesan Press Any Key. Silakan tekan tombol apa saja untuk melanjutkan.
  9. Jika sudah masuk, pilih bahasa English lalu klik Next.
  10. Pada halaman berikutnya, silakan pilih Repair your computer untuk melakukan perbaikan Windows failed to start.
  11. Selanjutnya, silakan kamu pilih Troubleshoot pada halaman Choose an option kemudian pilih Advanced Options untuk menampilkan opsi-opsi lainnya.
  12. Setelah itu, silakan kamu pilih Command Prompt.
  13. Jika sudah masuk ke halaman CMD, ketikkan C: lalu tekan Enter.
  14. Kemudian, ketikkan bcdedit /set {default} bootmenupolicy legacy lalu tekan Enter.
  15. Berikutnya, tutup Command Prompt dan kembali ke menu Choose an option lalu pilih Continue untuk me-restart Windows.
  16. Lepaskan DVD/USB installer Windows kemudian mulai ulang perangkat.
  17. Setelah restart, langsung tekan tombol F8 secara berulang hingga muncul Advanced boot options. Pada bagian ini silakan langsung pilih Last Know Good Configuration (advanced) lalu tekan Enter.
  18. Done.

Langkah-langkah di atas cukup panjang, karena ini ditujukan untuk kamu yang belum pernah mengaktifkan Advanced Boot Options. Jika kamu pernah mengaktifkannya, kamu bisa langsung menekan tombol F8 secara berulang ketika booting kemudian kamu bisa langsung memilih Last Know Good Configuration (advanced).

Perlu kamu ketahui juga, kalau kebanyakan Windows 10 opsi Advanced Boot Options belum aktif otomatis, jadi kamu harus mengaktifkannya terlebih dahulu melalui Command Prompt seperti cara di atas.

Repair Windows Automatic

Metode selanjutnya yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi Windows failed to load adalah dengan Repair Your Computer. Metode repair ini ditujukan untuk memperbaiki file sistem operasi Windows yang rusak atau corrupt, seperti yang sudah kamu singgung sebelumnya pada penyebab Windows failed to load.

Nah, untuk melakukan repair sistem operasi Windows dengan metode ini, sebenarnya langkah-langkahnya hampir sama dengan metode pertama. Jadi, silakan kamu lakukan langkah 1 sampai 10, kemudian lanjut dengan langkah berikut ini.

  1. Pastikan kamu sudah benar-benar melakukan langkah 1 sampai langkah 10 sama dengan metode di atas.
  2. Jika sudah, Selanjutnya, silakan kamu pilih Troubleshoot pada halaman Choose an option.
  3. Kemudian pilih Advanced Options untuk menampilkan opsi-opsi lainnya.
  4. Setelah itu, silakan kamu klik Startup Repair untuk memulai proses perbaikan otomatis pada sistem Windows menggunakan DVD/USB installer.
  5. Ikuti petunjuk yang tertera sampai selesai.

Restore Windows

Pada Windows 7 ke atas terdapat fitur bernama System Restore yang berguna untuk mengembalikan sistem operasi Windows ke keadaan normal dalam kurun waktu sebelumnya ketika restore point dibuat.

Jadi jika kamu pernah membuat restore point sebelumnya, maka kamu bisa loh mengatasi Windows failed to load dengan cara mengakses restore point tersebut agar sistem bisa dikembalikan ke kondisi sebelumnya ketika masih normal.

Apabila kamu ingin tahu lebih lengkapnya, silakan kunjungi artikel mengenai cara restore Windows ke tanggal (versi) sebelumnya yang sudah pernah kami bahas secara detail. Selanjutnya untuk restore sistem Windows, kamu bisa melakukannya melalui langkah-langkah di bawah ini:

  1. Silakan lakukan langkah 1 sampai 11 pada metode pertama.
  2. Nah, setelah masuk ke Advanced Options silakan pilih opsi System Restore.
  3. Setelah itu kamu akan diarahkan ke halaman restore point yang pernah dibuat.
  4. Silakan kamu pilih salah satu restore point disana, agar sistem bisa dikembalikan ke kondisi yang dipilih.
  5. Terakhir, kamu tinggal mengikuti instruksi yang muncul pada layar sampai selesai.

Repair File Boot Configuration

Metode repair ini ditujukan untuk memperbaiki file Boot Configuration Data (BCD) yang bermasalah karena corrupt atau bahkan hilang. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa BCD merupakan tempat untuk menyimpan data konfigurasi booting.

Jadi, bila file tersebut bermasalah, maka bisa dipastikan akan terjadi masalah booting seperti Windows failed to start ini. Untuk mengatasi hal tersebut, silakan lakukan repair file Boot Configuration Data dengan cara berikut:

  1. Buka Command Prompt dengan cara yang sama seperti sebelumnya melalui langkah 1 sampai 12.
  2. Jika CMD sudah terbuka, silakan masukkan kode perintah bootrec /FixMbr kemudian tekan Enter.
  3. Masukkan perintah bootrec /FixBoot lalu tekan Enter.
  4. Input kode perintah lagi bootrec /ScanOs kemudian Enter lagi.
  5. Terakhir, masukkan perintah bootrec /rebuildBcd lalu tekan Enter lagi.

Setelah memasukkan semua perintah perbaikan tersebut, silakan tutup Command Prompt dan kembali ke menu Choose an option lalu pilih Continue untuk me-restart Windows. Jangan lupa lepas DVD/USB installer Windowsnya.

Reset / Reinstall Windows

Harusnya sih dengan menerapkan semua cara-cara di atas masalah Windows failed to load sudah bisa teratasi. Namun, bila belum berhasil juga maka kemungkinan sistem operasi yang terpasang bermasalah, entah karena gagal update, instalasi tidak sempurna, rusak atau corrupt.

Solusi untuk hal ini adalah dengan menginstal ulang sistem operasi Windows. Cara ini sangat efektif dan kemungkinan berhasilnya tinggi. Cara install ulang Windows ini sebenarnya sama dengan langkah 1 sampai 10 pada metode pertama.

Hanya saja pada langkah 10 kamu hanya perlu memilih opsi Install Now untuk menginstal ulang Windows. Nah, selain itu pada Windows 10 dan Windows 11 kamu bisa menggunakan fitur Reset This PC untuk menginstal ulang sistem operasi Windows.

Berikut lebih detailnya:

  1. Silakan lakukan langkah 1 sampai 11 pada metode pertama.
  2. Nah, setelah masuk ke Advanced Options silakan pilih opsi Startup Settings.
  3. Kemudian pilih menu Recovery Mode.
  4. Pada bagian Choose an option, silakan kamu pilih menu Troubleshoot.
  5. Setelah masuk ke halaman troubleshooting, silakan pilih Reset This PC.
  6. Selanjutnya, silakan pilih opsi reset. Untuk mengamankan data pada partisi selain partisi sistem di laptop atau PC kamu, kami sarankan memilih Keep my files.
  7. Setelah itu, silakan ikuti petunjuknya sampai selesai.

Periksa Harddisk

Apabila kamu sudah melakukan semua cara-cara di atas sampai menginstall ulang Window tapi belum bisa mengatasi masalah Windows failed to load, maka kemungkinan terdapat maslah pada harddisk yang kamu gunakan di PC atau laptop.

Kenapa? Karena kalau hardware ini bermasalah, maka dampaknya tentu ke sistem operasi karena didalam harddisk terdapat sistem operasi beserta konfigurasinya. Jadi bisa dibayangkan sendiri kalau harddisk ini rusak atau mengalami bad sector.

Ketika masalah bad sector ini terjadi, biasanya ditandai dengan kinerja laptop atau PC tiba-tiba menurun secara signifikan sebelum akhirnya perangkat memunculkan pesan “Windows failed to start. A recent hardware or software change might be the cause” ini.

Nah, hardidisk bad sector biasanya membuat sebagian data-data di dalamnya, seperti data sistem dan konfigrasinya tidak terbaca sepenuhnya. Bila data sistem tidak terbaca penuh maka bisa dipastikan sistem tidak akan bisa dimuat atau dijalankan ketika laptop atau PC dihidupkan seperti biasanya dan muncul pesan error ketika booting.

Untuk memeriksa harddisk sebenarnya agak sulit, karena kamu harus melepaskan harddisk dari laptop atau PC dan menghubungkannya ke perangkat tambahan berupa casing harddisk eksternal (bisa didapat di toko komputer). Setelah itu baru kamu bisa sambungkan perangkat tersebut ke laptop atau PC yang normal.

Jika sudah, silakan kamu lakukan pengecekan pada harddisk dengan dengan menggunakan software, HD Tune atau HDD Sentinel untuk mengetahui apakah terjadi bad sector atau tidak, dan disana kamu bisa juga mengetahui presentase kesehatan harddisk yang kamu pakai.

Apabila harddisk-nya memang rusak, sebaiknya kamu ganti harddisk tersebut ke yang baru. Walaupun terkadang yang lama masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi. Namun, biasanya performanya berkurang dan kecepatan membaca harddisk-nya akan melambat, sehingga membuat laptop atau PC kamu menjadi lemot.

Untuk memastikan lebih jelasnya lagi jika masalah Windows failed to load ini memang karena harddisk yang bermasalah, maka silakan kamu coba gunakan harddisk lain yang normal untuk disambungkan ke laptop atau PC kamu.

Oh iya, selain harddisk itu sendiri, kabel SATA juga berpengaruh pada proses read disk. Jadi bila kabel konektor harddisk (SATA) tersebut tidak terpasang dengan benar atau mungkin terdapat kerusakan pada kabel maka bisa saja menimbulkan masalah Windows failed to load.

Jadi, silakan kamu periksa juga kabel SATA yang dipakai, dan pastikan kalu konektor terpasang dengan benar, dan tidak dalam posisi tertekuk. Apabila kabel SATA ada yang terkelupas atau putus, maka silakan ganti saja kabelnya ke yang baru. Harganya murah kok, tidak sampai 50 ribu rupiah, dan bisa kamu dapatkan di toko komputer.

Akhir Kata

Masalah Windows failed to start, sebenarnya buka kategori error yang berat, dan bahkan bisa diperbaiki dengan satu atau dua cara di atas. Tapi, lain halnya jika penyebab masalah tersebut karena harddisk, karena ini membutuhkan langkah ekstra untuk mengeceknya dengan lebih teliti.

Mungkin cukup sekian dulu artikel yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kamu dalam mengatasi Windows failed to start di PC atau laptop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.